Tentang Gue…

Namaku Arief… Bin Usman…

Lahir 15 Januari 1973…

Waktu lahir, bapakku gak ada mendampingi emak… Beliau sedang ditugaskan menjadi abdi negara di Nanga Silat… Bapakku camat di sana… Ketika lahir, menurut cerita emak cukup sulit melahirkanku… Mungkin karena anak pertama, dan juga ternyata tali plasenta melingkari leherku… Nakal banget ya aku sejak dari dalam perut… Tapi menurut orang-orang tua, anak-anak yang dilahirkan dengan kondisi tersebut cenderung ganteng/cantik, dan pantas mengenakan pakaian apa saja… Terbukti juga sih dengan aku… #gantengabis

Lahir di sebuah rumah kakek (ayah emak) ditolong bidan… Kalau gak salah sih di gang Dungun, gangnya masih ada, kalau rumahnya aku gak yakin, sebab terakhir rumah warisan tok Tambi adanya di gang Syukur III di jalan Veteran… Aku lahir subuh pas Idul Adha, makanya ada Adha di nama lengkapku… Suatu keberkahan juga, jadi aku gak capek menghitung kapan aku lahir menurut tanggal arab/hijriah…

Untuk keluarga bapakku, aku cucu pertama, namun untuk keluarga tok Tambi ayah emakku, aku cucu yang kesekian… Rada gak jelas juga karena cucu almarhum datokku ini banyak sekali…

Masa kecil seperti yang aku tulis sebelumnya, aku jalani sebagai balita di Putussibau, sampai akhirnya bapakku ditugaskan untuk melanjutkan pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Selesai dari pendidikan beliau kembali ke Putussibau sampai akhirnya pindah ke Sanggau… Cerita lengkap di tulisan mengenai beliau yang lebih dulu aku tulis… Juga beberapa kisah yang suka diceritakan kembali oleh sanak keluargaku…

Sanggau merupakan tempat paling berkesan bagiku… Kota kecil dimana aku menghabiskan masa kanak-kanak dan remaja tanggungku…

Sekolah dasarku di SD Negeri 8 Sanggau, sekolah yang sekarang masih ada… Dulu aku ingat punya teman baik namanya Yanuar Arius, Agus Ihsan Putra dan Heri (yang aku lupa nama lengkapnya siapa)

Kalau Yanuar sih masih ada di FB, sedang Agus (yang malah lebih sering dipanggil Dodon) mendadak menghilang dari peredaran, padahal tahun awal 2000-an masih suka bertemu… Heri tak tahu dimana rimbanya… Heri ini spesial karena anak TNI ini duduk sebangku denganku, dan suka bawain aku kue semacam bakpao kecil isi kacang hijau… Sebenarnya sih ini semacam sogokan ketika dia bisa nyiplak PR dan ulangan… Hehehe… Memang kepintaran itu harus dimanfaatkan… ( alhamdulillah, aku dianugerahi otak encer selalu ranking 1 di kelas )

Kalau Yanuar dia anak projal, Proyek Jalan bantuan dari Australia… Makanya dimasa kami, jalan Sanggau bisa dibilang terbaik di Kalimantan Barat… Sejenis hotmix gitu deh… Tandem dan saingan dalam mata-mata pelajaran…

Kalau Dodon? Aku lupa nih ortunya kerja apa…

Di Sanggau aku ingat tinggal bertahun-tahun di rumah dinas di jalan Mungguk Golkar… Tempat yang lumayan indah karena berada di daerah yang berbukit-bukit… Banyak lahan di sekitar tempat kami biasa main bola, main layangan (bukan mainan yang terlalu aku suka) dan macam-macam permainan lain yang penuh kenangan… Baca deh bukunya Andrea Hirata… Mainan Ikal itu adalah mainan itu semua…

Cerita tentang pengalaman masa kecil ntar aku bikin dalam beberapa tulisan… Oh iya, menulis adalah hobby yang aku gemari dari SD kelas 4 gitu… Aku awalnya terbiasa menulis puisi, setelah SMP barulah menulis cerpen dan cerbung… Alhamdulillah, sejak saat itu beberapa karyaku diterbitkan di koran dan majalah… Baik lokal maupun nasional… Prestasi dalam hal tulis menulis ini salah satunya dalam lomba menulis surat Internasional tahun 1987-1988… Aku jadi juara 1… Selain menulis, sejak SMP aku menyukai fotografi… Banyak ya? Nanti sebisanya kutulis satu demi satu yang aku ingat…

Tulisan yang ini fokus sebagai hadiah ulang tahun untuk diriku sendiri… Short brief tentang si Arief Usman…

SMP juga aku di Sanggau, di sini aku kenal dengan beberapa teman baik…

Ada Bing yang seniman, Johnson yang sekarang jadi kepala sekolah yang hebat karena rela berdinas di tempat yang cukup sulit dijangkau, Wendy yang selalu jadi sainganku ketika SD dalam hal seni baca puisi, Johar Pribawana yang pendiam dan cerdas, beberapa orang lagi yang juga akan aku bahas di tulisan-tulisan selanjutnya…

SMA, migrasi ke Pontianak… Tapi orang tuaku belum… Masih di Sanggau… Jadi untuk urusan sekolah aku urus sendiri… Hari pertama sekolah, seperti kebiasaan, aku sudah langsung dikenal… Udah biasa sih dikenal… Namun karena ceritaku di atas soal juara menulis surat itu, ternyata piagam dan hadiahnya dikirim ke SMPku dulu di Sanggau… Karena kebaikan kepala sekolahku, dikirimkan ke Pontianak… Jadi begitu apel pertama, aku sudah menjadi anak pertama yang dipanggil di saat upacara… Anak baru, kelas satu, dari Sanggau pula…

Selesai SMA aku lanjut ke Bandung… Tujuan utamanya mau ambil sekolah sesuai cita-cita…

Memang waktu kecil aku cita-citanya jadi dokter mata, lalu berubah di SMA kepingin jadi apoteker (seperti seharusnya bapakku kalau dulu mampu biayanya) atau wartawan… Kegalauan milih kuliah ini ntar deh aku ceritain… Gak terlalu penting, kecuali karena kuliah aku kenal istriku yang sangat pengertian itu…

Selesai kuliah, belum wisuda aku sudah keterima kerja… Sempat di SRI Nielsen sebagai pewawancara ekspatriat, sampai akhirnya kerja di stasiun televisi swasta RCTI…

Di RCTI aku kenal dengan beberapa teman-teman baik yang sampai sekarang masih berhubungan…

Masih di RCTI, aku menikah dengan istriku… Kisahnya ntar, cukup menegangkan… Maklum dollar lagi nakal-nakalnya tahun 1998, bikin banyak orang mundur rencana menikahnya…

Pulang ke Pontianak lagi… Jadi wiraswasta, usaha beberapa jenis, lalu kerja lagi…

Sampai sekarang aku masih kerja sebagai karyawan di sebuah rumah sakit swasta selain sedang merintis lagi cita-cita menjadi pengusaha… Suka dukanya ntar kurinci satu demi satu ya…

Mau balik dulu… Sudah cukup sore…

Thanks sudah mampir…

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *