LFM Band Keren Yang Mati Terlalu Cepat

Tadi malam menjelang pulang, aku dapat hadiah yang selama ini dicari-cari, koleksi lengkap LFM Band yang sangat aku sukai di pertengahan tahun 90an. Memang tahun 80-90, menurutku dan pasti sebagian besar generasiku, adalah tahun dimana musik terdengar memiliki banyak variasi.

Ternyata Ari Malibu, vokalis band ini telah mengupload semua lagu dalam album ini ke Youtube.

LFM adalah salah satu band dengan lirik dahsyat dan aransemen yang keren. Kalau kalian perhatikan, kebanyakan lagu Ari Malibu berisikan lirik puitis, semacam KLa Project. Mungkin karena mereka satu angkatan.

Tahun 1996, ketika band-band alternatif sedang merajai industri musik dunia – terutama dengan sound of Seattle yang dipelopori Nirvana, Pearl Jam, Soundgarden – Last Few Minutes (LFM) merilis album debutnya, dan sayangnya album terkhir, berjudul Waktu. LFM adalah band asli Indonesia bukan dari Seattle meskipun namanya memakai bahasa Inggris.

Personel band ini tiga orang. Ari Malibu pada vokal, Ridho Hafiedz (gitar, bas, backing vocal), dan Adam Joswara (gitar). Tapi sayang, band ini nggak berumur panjang. Tak lama setelah album pertama (sekaligus album satu-satunya) dirilis, band ini bubar. Atau membubarkan diri?

Yang jelas, Ridho sekarang udah gabung dengan Slank. Adam terakhir kalau tidak salah dia bikin band Kubik, lantas kemudian Koil, terus ujung-ujungnya jadi DJ. Sementara Ari Malibu, pernah terlibat dalam sebuah album musikalisasi puisi. Tapi sekarang seperti menghilang. (Mas Adam, Mas Ari kasih kabar dong!)

Menurutku, sebenarnya LFM band yang sangat bagus. Tapi kenapa banyak orang yang tidak mengenal band ini, juga albumnya. Malah mungkin ada yang tidak tahu sama sekali kalau dulu pernah ada band bernama LFM (contohnya temen-temenku, sedikit sekali yang tahu). Majalah remaja Hai pernah mengulas LFM, dan memberikan banyak pujian pada band ini.

Saat itu orang-orang justru lebih mengenal Five Minutes, band yang para personelnya selalu sarungan seperti santri pondok. Memang nama dua band ini hampir mirip. Tapi musik mereka berbeda jauh. Satu rada grunge, satunya lagi pop rada techno. Apa mungkin waktu itu promosi LFM yang sangat kurang? Mereka juga belum sempat sampai ke puncak ketenaran ketika kemudian menghilang.

Kalau kalian dengarkan, album Waktu juga bukan sebuah album yang biasa saja. Bisa dibilang album yang sangat bagus. Dalam penggarapan album ini LFM mengajak dua arranger top Indonesia Billy J Budihardjo (almarhum) dan Aminoto Kosin. LFM juga menggandeng Mira Lesmana untuk menulis lirik di salah satu lagu. Posisi drum di album ini diisi oleh Rere, mantan drummer Grass Rock.

Album ini memuat sebelas lagu –tiga di antaranya dengan lirik bahasa Inggris– dan hampir semua bagus-bagus. Saking bagusnya menurutku sampai salah satu band yang aku 2 kali beli kasetnya ya band ini. Sayangnya keduanya hilang dipinjam entah oleh siapa.

Waktu itu yang jadi single dan kerap diputar di radio adalah lagu Warik. Tapi lagu-lagu lain juga tak kalah bagus. Seperti Pesan, Suara Jiwa (aransemen musik digarap Aminoto Kosin), Waktu (aransemen oleh Billy J Budihardjo), Empty, LFM, Hati, Rasa, dan January 15. Ada satu lagu yang liriknya lucu karena menggunakan pribahasa semua, judulnya Hidup Tuk…

BTW, Warik itu artinya kera, dan lagu itu bercerita tentang cinta seorang yang ditolak perempuan.

Lagu yang aku suka juga adalah Rasa dan January 15. Dua lagu ini – aransemen juga oleh Billy J Budihardjo – sama, hanya liriknya yang berbeda. Satu dalam versi Indonesia (ditulis oleh Mira Lesmana), satunya dalam versi bahasa Inggris. Sebuah lagu balada yang oke bangeeeeettt…. a soundtrack of my life. Apalagi judulnya adalah tanggal lahirku. Hehehe. Tanggal yang nyaris melekat di semua barang yang berhubungan denganku. Plat mobil kesayangan dan nomor HP andalan.

Sayang seribu sayang, band ini lantas bubar. (Adakah yang bisa menjelaskan kenapa band ini bubar? Ridho, Adam atau Ari?). Aku pikir, nanti akan ada album mereka yang kedua, yang lebih dahsyat. Eh, gak tahunya itu album pertama dan terakhir. One hits wonder!

Satu ketika saya pernah ketemu sama Ridho waktu ketemu di Hardrock Cafe waktu mau nonton show promo Gigi, ketika aku tanya, bagaimana kabar LFM? Ridho bilang, itu sudah masa lalu. Aaaarrrggghhhh…

Apakah album LFM juga dibuat dalam format CD? Nggak ada karena dulu CD belum begitu populer. Aaaaarrrrgggghhhh…

Aku kutipkan lirik lagu Rasa yang ditulis oleh Mira Lesmana, ya. This song reminds me of someone I loved.

Temaram malam jadi hening

Tanpa kehadiranmu

Andai kau paham apa yang kurasa

Sejak kepergianmu

Bintang malam tak lagi bersinar

Sesal yang datang tak mampu terbendung lagi

Bila tersisa sedikit rasa

Izinkan dia menghadirkan cinta kita

Sejuta kata takkan mungkin dapat mengutarakan

Kuingin kau kembali di sini

Maafkan hanya satu kata yang harus kuucapkan

Biarkan pergi cerita yang lalu

Dengar suara hatiku

 

Kalau yang versi bahasa Inggrisnya yang berjudul January 15:

Once again I’m standing in the rain

Still searching for your loving

Knowing you’re not mine still I’m feelin

To keep on this final stand

Tell me baby just what I have to do

To keep holding on and on this only love to you

For a thousand times I try to find a way

In a days and nights to make you come into my life

For a thousand miles I sing this song of love

That I never found for a long long time behind

All my life

Yesterday I thought I really found a love

Now I know it never meant to be

Knowing you’re not there still I’m dreamin

Someday you will be my pride

 

Dan ketika tadi malam mengetahui lagu ini ada versi youtubenya, dengan segera kujadikan versi digital buat menemani perjalananku di kendaraan dan di pekerjaan besok-besok. Thanks bro Ari. Thanks Ridho. Thanks Adam.

Semoga kalian ada rencana reuni!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *