Kasus Ahok di Mata Saya

Sebenarnya saya tidak terlalu tertarik menulis mengenai politik dan tetek bengeknya…

Sebab politik dalam pemikiran saya adalah sesuatu yang menyakitkan… Politik biasanya membawa korban… Dimana-mana… Masyarakat, negara, kantor, bahkan dalam keluarga… Politik itu siap mengorbankan apasaja untuk menggapai yang diinginkannya… Makanya saya tidak terlalu suka partai politik…

Tapi kali ini saya terpaksa menulis tentang tokoh politik, bukan tentang pribadinya tapi lebih kepada kasus yang menimpanya di pandangan saya sebagai orang awam…

ahokAhok, Tionghoa asal Bangka ini mulai mengundang kagum banyak orang ketika dia bersama Joko Widodo muncul sebagai calon wakil gubernur dan gubernur…

Gebrakan mereka berdua patut diacungi jempol…

Tapi akhirnya Ahok terjerat kasus yang membuatnya didemo jutaan umat Islam…

Gak perlu saya bahas, karena banyak sudah di media dan sosial media…

Saya hanya membahas sekali ini, dan tidak berharap ada perdebatan lagi…

Ini pendapat saya… Yang sudah saya tulis juga di FB saya

Masih ingin bahas soal Ahok yang pendukungnya makin jelas trik dan wujudnya…
Jadi yang paling penting dalam poin ketersinggungan umat itu adalah ketika Ahok mengatakan bahwa orang yang berpegang pada ayat Al Maidah 51 (bagian dari Al Quran) membodohi penduduk Jakarta… Atas dasar apa?
Ahok memang pintar memainkan kata-kata, biar orang kalau pingin dibilang pintar, belalah dia dan statement yang dia buat… Jadi yang dibodohi siapa? Yang membodohi siapa?
Agama, Islam terutama, gak bisa dipermainkan dengan logika… Bahkan ayat Al Quran yang luar biasa itu bagi sebagian orang baik dulu dan sekarang tidak masuk di akal mereka… Tapi iman jika ada di hati, gak akan merasa kita dibodohi… Bukan ditafsirkan semata, tapi apa yang ada dan tertulis jelas di sana… Kalau sekedar tafsir sama juga dengan debat kusir mencari pembenaran antara PAKAI dan DIHILANGKAN PAKAI yang sekarang malah jadi senjata…
Memang hanya Ahok yang mengerti maksud dan tujuannya mengatakan alim ulama membodohi umat pakai Al Maidah 51… Sesimple itulah penistaan agama yang dilakukannya…
Jadi jika ada kiai atau ustadz yang bela Ahok, mungkin artinya dia setuju kalau memang tugas alim ulama itu membodohi umat… Merekalah yang bermain politik kepentingan di sini…
Kalau Aa Gym atau Arifin Ilham sekedar mengumpulkan KTP untuk maju jadi calon bupati/walikota bahkan gubernur sekalipun, kayaknya bukan hal yang sulit…
Tapi gak, khan?
Terus mengapa mereka demo?
Karena ghirah… Karena cinta sama agama…
Bukan karena tujuan politik… BUKAN!!!
Setuju kalau ada oportunis yang ikutan muncul dan orasi… Tapi para alim ulama itu orang baik akhlaknya, yang selalu berpikiran positif sama orang lain…
Jadi begitulah…
Ahok menistakan agama Islam dengan kata-katanya di depan umum… Pendapat saya ya… Terserah kalau kita berbeda…
Telat ya?
Gak… Karena ini terakhir saya bahas soal kasus yang sudah diketahui dimana akhirnya…
Saya suka sepak terjang Ahok dalam perubahan di Jakarta, namun saya kecewa ketika dia terlalu sombong untuk minta maaf secara lebih baik kepada umat Islam terutama para alim ulama…
#guesemut #sayapipit

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *