Bahtera Kecil Bernama Cinta

( pesan seorang Abang untuk pernikahan adik-adiknya )

 

 

Mungkin kau pikir semuanya selesai ketika akad kau ucap

Dan nikahmu diterima oleh pilihan hatimu

Mungkin kau kira telah kau temukan dermaga terakhir

Dan kau akan menetap di sana selamanya

 

Ah, justru saat inilah kau harus menarik jangkar

Setelah teman seperjalanan berjanji untuk menemanimu sepanjang hayat

Kalianlah pemilik bahtera ini, bahtera yang kalian tentukan arah tujuannya

Berlayarlah, berlayarlah yang jauh

Temukan banyak tangis dan airmata

Temukan banyak suka dan tawa

Berlayarlah dengan tanggung jawab dan saling hormat

Menjaga marwah dan martabat orang yang telah bersedia menghabiskan sisa umurnya

Dan mau menua bersama dirimu, petualang muda…

 

Sebuah pelayaran rumah tangga adalah petualangan yang luar biasa

Sebab kita tak pernah tahu esok angin akan seperti apa, dan samudra akan tetapkah sama

Air yang tampaknya tenang, mungkin saja menyimpan pusaran persoalan dan karang-karang masalah yang siap membelah bahtera

Cuaca akan selalu sangat tenang sebelum badai menerpa!!!

Jadi nikmatilah pelayaran ini, namun tetap harus waspada.

Hindari cemburu, apalagi sampai saling tidak percaya

Dan jangan pernah menyangka bahtera lain lebih indah dan megah isinya!!!

Semuanya sama, tinggal bagaimana mensyukuri apa yang telah ditetapkan menjadi hak kita.

Bahtera ini sudah cukup, sebab kita tidak perlu berlimpah untuk bahagia

Bahtera ini sudah cukup, sebuah bahtera kecil bernama cinta.

 

Sebagai nahkoda, haruslah pandai membaca petunjuk alam juga petunjuk zaman

Sebagai  nahkoda, haruslah dapat menakar isi jiwa penumpang –penumpang bahtera

Tirulah nahkoda-nahkoda tangguh,

Bapak, paman dan abang-abang kita

Contoh mereka walau kita tak harus menjadi seperti mereka.

Banyak-banyak menuntut ilmu bagaimana mereka melindungi dan menjaga bahtera, hingga tidak bercerai berai palka, pasak dan tiangnya.

Jalur pelayaran kita adalah apa yang menjadi pilihan kita.

Belajarlah dari nahkoda yang gagal meluruskan arah, agar tidak kita ikuti khilafnya

Bercerminlah dari nahkoda dengan kapal yang pecah, agar kita tidak karam menabrak karang yang sama

Berlayarlah, berlayarlah dengan keberanian dan ketangguhan yang luar biasa

Berlayarlah, berlayarlah dengan kesabaran dan keikhlasan berlipat ganda

 

uul ivan

Uul & Ivan 14 Mei 2011 photo by: Eka Saputra aka Q-Bon for `Ra photography

Ah, bahtera ini sudah berlayar dari pelabuhan terbaik

Membawa untaian doa dari orang tua dan sanak keluarga

Wahai nahkoda muda, selalulah ingat bahwa petunjuk yang paling utama adalah petunjuk dari Allah dan Rasulnya

Wahai pelayar-pelayar muda, selalulah ingat bahwa sebaik-baiknya mencinta adalah cinta yang yang berdasarkan pada kecintaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Jangan sampai kecintaan kalian satu sama lain melebihi cinta kalian kepada Sang Pencipta

Jangan sampai kecintaan kalian membuat kalian lupa akan yang memberikan cinta itu di hati kita

Jadikan pelayaran pernikahan yang fitrah ini, sebagai ibadah untuk kalian mengumpulkan berkah dari Allah

Jadikan kecintaan untuk saling mengingatkan pada kebaikan yang akan menghadirkan kecintaan Allah pada bahtera kita, pada keluarga kita

 

Nikmati perjalanan kalian armada muda

Perjalanan yang mestinya kalian penuhi dengan pencarian hakikat kehidupan

Perjalanan yang harusnya menjadi cara untuk meraih ridha Sang Pemilik Kehidupan.

Perjalanan ini milik kalian

 

Selamat berlayar adik-adikku tercinta.

Semoga Allah menjaga perjalanan kalian selamanya.

Semoga Allah mencintai keluarga kalian dan memberkatinya.

Semoga…

Aamiiin ya Allah, Ya Rabbil ‘Alamin…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *