An Amazing Journey (Part 6)

Sepertinya aku harus cut off dulu menulis tentang ini… Maklum sudah banyak yang aku lupain…

Dan malah draft Part 5 malah terlewatkan dan baru kupublish barusan…

Tapi tetap, dari semua perjalanan dalam hidupku, umrah adalah perjalanan luar biasa yang aku benar-benar alami…

Amazing?

Banget…

Mungkin aku harus jabarkan di sini ya secara singkat… Apa yang luar biasa dari perjalananku ini…

  1. Disambut oleh penjaga Masjidil Haram ketika aku akan shalat Isya dan Tarawih di sana… Tidak cuma itu, tempat yang disediakannya benar-benar spesial… Salah satu tempat dimana dikatakan bahwa doa kita akan diterima… Bagian dalam mesjid yang lurus dengan pintu Ka’bah… Tidak tahu mengapa? Ada kemungkinan karena baju dan kopiah yang aku kenakan… Aku menggunakan baju yang sama ketika aku akad nikah dulu… Jas beskap dengan gaya melayu, motifnya berbenang emas… Penyambutannya seperti menyambut pejabat negara gitu deh… Mungkin kayaknya ceritaku mengada-ada… Tapi benar kualami… Dikawal ‘tentara’ yang di situ gitu deh… Malah sampai ‘mengusir’ jamaah yang di lokasi itu segala… Subhanallah… Mengingat kantong sendal yang aku bawa, kadang aku malu sendiri… Kemungkinan memang ada ‘pangeran’ yang datang, atau dia anggap aku mualaf atau apalah… Tapi dia tahu kok aku orang Indonesia… Sebab ketika dia mendatangiku dia mengucapkan bahasa arab yang aku tahu artinya negara kita… Dia sambut dengan salam hangat dan pelukan… Jadi bukan dianggap orang tionghoa atau Jepang yang mualaf dong mestinya…
  2. Di percetakan Al Qur’an juga terjadi hal yang sama, aku disambut oleh seorang kakek yang punya ‘kedudukan’ di situ dengan jabat erat dan pelukan hangat… Entah apa yang dibacakan dan didoakannya padaku saat itu… Nyesal aku belajar bahasa Perancis (yang juga gak fasih) bukannya bahasa arab… Padahal dari aku antri aku lihat puluhan bahkan ratusan, semuanya hanya disalami dan diberikan mushaf Al Quran tanpa perlakuan sepertiku… Ayahku sampai bingung melihatnya… Pokoknya hanya aku yang dipeluk seperti itu… Mengada-ada? Tapi memang itu kejadian sebenarnya yang aku alami… Kalau ini mungkinlah dia anggap aku mualaf 🙂
  3. Banyak orang yang bilang masuk ke daerah-daerah yang jadi favorit orang itu sulit khan? Aku nggak… Berjuang sih, tapi gak berat… Kayak di Raudhah… Aku gampang ke sana, sudah kutulis di part sebelumnya… Nah, aku ke Hijir Ismail, tempat yang mustajab untuk berdoa… Dimudahkan banget… Ada dua cerita yang menggetarkan di Hijir Ismail ini… Pertama, shalatku di’kawal’ tentara di kiri dan kanan… Serius… Mereka memblokir tiap orang yang akan melintas di hadapanku… Luar biasa? Bagiku iya… Sebab yang lain cuwek saja tuh dilintasi oleh orang mereka gak marah, di’injak’ malah… So? Aku mengada-ada? It’s real… Terus di waktu lain aku ke situ lagi shalat, nah ketika doa aku dengar orang bicara dalam bahasa Indonesia, di tempat asing, suara seorang perempuan bicara dalam bahasa Indonesia, “jangan lewat depan bapak itu, pak. jangan ganggu doa abang itu” dan ayahnya yang sedang menyela disampingku lantas mutar di belakangku… Aneh? Tapi ini benar-benar terjadi…
  4. Yang lainnya yang sangat luar biasa adalah jika orang bilang ke Hajar Aswad itu pasti bilang susah… Saking susahnya sampai ada yang jadi calo, khan? Dan tahu jumlah majelis umrah di bulan Ramadhan sangat banyak, khan? Jadi rebutan ke Hajar Aswad itu pastilah sangat masif… Banyak… Ramai… Serius… Ke batu ini saling sikut dan dempet-dempetan pasti terjadi… Tahu apa yang terjadi? Sampai saat ini jika mengingatnya bulu kudukku meremang… Ceritanya aku di’tantang’ bapakku, bisa gak kamu cium Hajar Aswad… Karena menurut beliau sulit, bahkan kalau tidak salah Awan gak bisa mencium Hajar Aswad tadi… Bismillah… Aku pamit ke Masjidil Haram, sampai di sana aku shalat sunat… Lalu selesai berdoa aku niat mau tawaf dan berkeinginan mencium batu hitam itu… Jamaah yang tawaf siang itu sangat ramai… Seperti pusaran air… Samapai ke pinggir-pinggir batas pagar mesjid… Waduh… Sempat cun aku, sebenarnya… Tapi bismillah, aku terjun menyatu ke dalam aliran orang yang sedang tawar tadi… Pelan-pelan merapat ke arah Ka’bah… Makin ke dalam makin rapat orang-orang… Siang, panas, shaum… Tapi niat orang-orang tadi tidak hilang… Semua merangsek menuji Hajar Aswad tadi… Aku terhimpit… Tapi tetap mengikuti arus sambil bertalbiah… Lewat depan sudut Hajar Aswad, aku lihat orang-orang berebutan ke situ… Mengerikan juga… Bisa gak nih aku masuk ke situ? demikian pikirku… Dalam hati aku juga berujar dan berdoa, Ya ALLAH, perkenankan hambamu ini mencium Hajar Aswad tadi… Karena hampa ingin, bukan karena tantangan bapak… Sebab dari tanah air pun aku sudah bertekad… Subhanallah… Tahu apa yang terjadi? Mendadak dari samping kananku muncul segerombolan orang-orang berbadan besar… Orang-orang Mesir… Jumlahnya sekitar 10 orang gitu… Kami tawaf berdampingan… Sampai akhirnya seorang tersenyum padaku dan membiarkan aku menjadi anggota mereka… Masuklah aku ke dalam group tawaf mereka… Oh iya, kondisi mereka masih dalam umrah, sementara aku tawaf biasa saja… Ya ALLAH, Maha Suci Engkau, rombongan ini melindungiku… Aku tawaf dengan aman… Merangsek ke depan dengan mudahnya… Dan menurutku kerumunan yang lain seperti membuka jalan untuk mereka… Mungkin karena takut dengan badan mereka yang besar-besar… Dan akhirnya terpampanglah Hajar Aswad di hadapanku… 3-4 orang dari mereka duluan mencium batu hitam itu, lantas mempersilahkanku melakukan hal yang sama… MasyaALLAH… Waktu seolah berhenti… Puas kuciumi batu berbau harum itu… Lama sekali kurasa… Berkali-kali… Bahkan aku sempat menyeka batu tersebut dengah sajadah/sorbanku… Aku puas-puaskan… Dan berbeda dengan kejadian sebelumnya bahwa terjadi saling tarik agar orang cepat dan bisa gantian… Aku nggak… Benar-benar aku bisa puas mencium dan mengelap Hajar Aswad dengan sorbanku itu… Biar nanti istri anak-anakku bisa ikutan cium, begitu pikirku… Gak ada yang menarik aku agar cepat… Gak ada yang protes… Dan orang-orang Mesir tadi membiarkanku sepuasnya… Ya ALLAH… Terima kasih… Dan aku tak sempat berucap terima kasih pada mereka… Aku mundur… Dan mereka pun berpisah denganku…
  5. Terus tau Multazam? Tau? Tempat paling diinginkan orang-orang untuk berada? Coba perhatikan di Youtube, atau nanti pas ke sana… Orang-orang berdesakan juga di situ… Bergantungan… Memasukkan wajah ke dalam penutup Ka’bah… Berdoa dan menangis… Itu terjadi padaku… Dan, percaya atau tidak? Aku gak berebutan untuk itu… Mundur dari Hajar Aswad… Aku hanya berdoa di tempat yang masuk radius pintu Ka’bah dan Hajar Aswad tadi… Tahu yang terjadi? Seorang Afrika bertubuh besar memanggilku… Menunjuk-nunjukku… Aku bingung… Dia masih menunjuk, kemudian menyuruh aku mendekat dengan tangannya… Aku datangi lelaki yang sedang bergantung di pintu Ka’bah itu… Dia menarik tanganku, kemudian membantuku bergantungan seperti dia… Kemudian dia meninggalkanku… Di situlah airmataku menetes… Bisa berdoa di tempat yang paling diidamkan banyak orang… Tanpa bersusah payah… Alhamdulillah…
  6. Shalat Jumat… Waktu itu aku datang telat, bapakku sudah duluan… Aku tiba menjelang azan… Tahu apa yang terjadi? Telah disiapkan tempat yang dingin terlindungi untukku oleh seseorang… Orang Mesir juga, karena aku sempat bercakap dengan orang itu sebelum azan… Jadi ketika aku datang, dia memanggilku untuk duduk di sampingnya… Tempat yang sudah disiapkannya, dibatasinya dengan barang bawaannya… Ok… Kalau memang mau membantu, kenapa bukan orang lain yang lalu lalang itu yang disuruhnya duduk di situ? Kenapa aku? Pulang masjid, aku papasan sama bapakku, yang ternyata terpaksa duduk di tengah panas matahari, puasa pula… Aku menyesal tidak melihat beliau ketika aku diminta duduk di samping orang Mesir itu… Aku cerita sama beliau… Matanya takjub… Ini keberuntunganku yang berikutnya…

Jadi enam hal inilah yang menurutku istimewa sekali…

Ada beberapa hal yang juga menurutku dimudahkan… Kalau mau tahu, aku jabarkan di bawah ini…

  1. Barang-barang keluargaku dilindungi, yang kemaren protes malah barangnya ada yang hilang…
  2. Ketika sahur pertama, kami yang tetap di hotel bintang tiga malah nikmat makannya, yang di bintang lima cuma dapat nasi kotak dan malah tidak sempat memakannya entah karena apa…
  3. Yang protes hotel malah terusir dari hotelnya… Akhirnya dipindahkan… Soal ini juga aku gak tahu dan gak tanya kenapa…
  4. Setiap belanja, pasti dapat potongan harga, misalnya kurma coklat, bisa dapat potongan, malah sampai 50% dari penjualnya…
  5. Dibolehin naik onta gratis… Yang lain mesti bayar… 🙂
  6. Di masjid Qiblatain… Orang lain gak boleh berfoto sama pengurus mesjid, aku dibiarin… Mungkin karena mereka berisik atau apalah, cuma kalau menurut mutawif emang gak boleh..
  7. Jalan keliling Makkah, lagi shaum, berjam-jam, sendirian… Kuat… Gak haus…

Banyak lagi yang terjadi, cuma mungkin aku lupa… Ntar kalau ingat aku tambahin deh… Hehehe…

Oh iya. Pernah juga dimarahin sih… Sekali sama polisi karena iseng ambil photonya… Kedua sama orang Pakistan… Kalau yang ini baik marahnya… Dia ingatin aku untuk gak nampakin lutut ketika ambil widhu pakai sarung… Aurat, gitu deh nasehatnya… Lalu ngeloyor pergi…

Panjang ya kali ini? Hehehe… Sayangnya gak selengkap kalau saja tulisan ini kubuat bertahun lalu…

Tapi memang, ngomongin kedua kota suci ini yang ada hanya kerinduan besar yang menggelora…

Semoga panjang umur bisa berkunjung lagi ke sana… Aamiiin…

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *