An Amazing Journey (Part 3)

Hari keberangkatan tiba…

DSC05178

Di Bandara Soekarno Hatta

Tanggalnya 27 Juli 2011…

Bersama rombongan, kami sudah berkumpul dari jam 8 pagi, walaupun sebenarnya waktu kumpulnya itu sekitar pukul 10. Namun bapakku adalah salah seorang di dunia ini yang paling tidak suka terlambat.

Rombongan itu terdiri dari aku, bapak, emak dan Eva. Kami berempat.

Waktu itu diantar sama Jamie dan calon adik iparku Anwar.

Penerbangan kami ke tanah suci menggunakan pesawat Lion Air. Nyaris semua penumpang adalah jemaah umrah dari bermacam-macam travel umrah.

Group travel kami memang tidak banyak anggotanya, ada baiknya juga, pengurusan tidak memakan waktu lama.

Menggunakan pesawat low cost, tentu tidak terlalu nyaman… Tapi mungkin karena penerbangan internasional sangat ketat dengan time schedule, tidak ada delay… Beda kalau penerbangan antar kota yang pasti sering kali mengalami keterlambatan…

DSC05216

Mendarat di King Abdul Azis Jeddah

Perjalanan memakan waktu sekitar 10 Jam… Gak pake singgah, langsung ke bandara King Abdul Azis… Sekitar waktu Ashar atau pukul 4 lewat di Jeddah kami mendarat dengan selamat… Sebagai catatan, waktu siang lumayan lama di tanah Arab…

Low Cost Airlines dapat terminal yang terpisah… Hehehe…

Begitu masuk terminal, yang menyambut pertama adalah cleaning service yang jualan kartu perdana telepon seluler… Macam-macam harganya… Aku tidak terburu-buru membeli, dan nyatanya lebih baik karena ternyata di hotel dapat yang lebih murah…

 

Setelah pemeriksaan passport yang lumayan memakan waktu, dan juga ternyata visa Eva bermasalah, sehingga adik nomor tigaku ini dipisahkan dari rombongan… Bapakku panik, tapi aku tetap kalem… Dengan (di sini baru kerasa kemampuan bahasa itu perlu) menggunakan bahasa Inggris aku berkomunikasi dengan petugas Imigrasi Arab Saudi… Seperti yang diduga, tidak terlalu banyak mereka yang bisa bahasa Inggris, bahasa Indonesia juga cuma tau maju, maju… Akhirnya ketahuan ada masalah nama yang salah dalam pengimputan di Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta… Masalah itu bisa diselesaikan…

Keluar dari bandara, kami masih menunggu mutawif atau pembimbing umrah… Regu kami ini belum dijemput juga… Sampai akhirnya kami terpaksa shalat maghrib dulu di pelataran terminal bandara… Kasihan bapak sudah mulai capek, dan yang pasti mulai menahan marah, karena seperti yang disebutkan di atas, bapak ini orang yang tepat waktu… Belum lagi mungkin lapar dan dahaga… So, belanja pertamaku di Saudi adalah air mineral, roti dan kurma… Bapak dan emak duduk

Akhirnya jemputan kami datang… Dengan tergesa-gesa kami diarahkan ke sebuah bus yang membawa kami ke Madinah… Busyet busnya jelek banget… Ada yang mulai protes… Akhirnya kami tahu bahwa itu bus hanya mentransfer kami ke bus lain yang lebih baik… Dan tadi terlambat karena menjemput dulu 2 orang anggota rombongan yang terpisah penerbangan… Mereka pakai Garuda Indonesia, karena kebetulan pegawai level atasnya… Ternyata kalau langsung bus penjemput kami yang masuk ke areal bandara, biaya atau charge terhadap penyelenggara akan lebih mahal…

Sampai di tempat penggantian bus tersebut, kami dapat makan pertama kami…

Porsinya jumbo… Buahnya pisang yang gede dan anggur… Karena memang lapar dan juga sesuai, makanan itu habis kami makan…

Perjalanan dari Jeddah ke Madinah memakan waktu sekitar 5 jam… Sepanjang perjalanan kami menikmati pemandangan gurun pasir dan perkampungan arab…

Mutawif kami bernama Hambali, masih muda sekitar 24 tahun, mahasiswa yang sedang berkuliah di sana… Dia dibantu seorang asisten yang namanya aku sudah lupa…

Seingatku ada 2 kali pemeriksaan passport ketika perjalanan tersebut…

Perjalanan diisi cerita dan penjelasan oleh pembimbing umrah kami… Beberapa cerita yang membuat kami merasa bersyukur dapat mengunjungi dan beribadah di tanah suci…

Kota Madinah adalah kotanya Nabi Muhammad SAW… Makin dekat dengan Madinah, kami mulai membaca shalawat kepada manusia yang paling dicinta oleh ALLAH SWT itu… Air mata mulai mengalir… Terisak… Tumbuh cinta yang besar kepada beliau… Dan perlahan tangis isakku menjadi rintihan kerinduan seorang pengikutnya… Timbul rasa malu yang besar… Timbul keharuan yang luar biasa… Aku menangis sejadi-jadinya di bangku belakang bus tersebut… Hilang rasa maluku sebagai lelaki termuda dalam rombongan… Tapi sungguh, getar kerinduan itu memuncak memasuki kota Madinah…

Mengucap salam, kami tiba di pintu kota Madinah sekitar pukul 12 malam 26 Sya’ban 1432 H…

Langsung diantar ke hotel… Barang-barang diantarkan ke hotel juga… Kami terima bersih saja… Gak ada komplain deh kami soal pelayanan… Hotelnya kelas bintang 3, cukup bersih… Dan alhamdulillah dekat sekali dengan Masjid Nabawi… Sekamar berempat, kami enjoy saja… Sementara ada rombongan yang menuntut hotel bintang 5 diantarkan ke hotel lain…

Hatiku meluap-luap… Lelah dan kantukku hilang…

Masuk kamar, mandi dan memandangi langit Madinah dari jendela kamar hotelku…

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *