Aku dan Kaum LGBT

Bukan kekinian… Bukan karena ikut-ikutan… Tapi memang topik LGBT lagi in dan aku salah seorang yang sangat menentangnya…

Cuma kayaknya kita makin dipaksa untuk mengakui eksistensi mereka ini…

Media, Social Media, LSM, Pengusung HAM, bahkan pemerintah malah mempermudah mereka berkembang…

Facebook dengan santainya menghapus semua #hatespeech soal ini… Diblokir dan ditumpas…

ANTILGBT

Padahal mereka mengusung Freedom of Speech…

No offense, harus kujelaskan sebelumnya…

Gak maksud apa-apa cuma tahu sendirilah sekarang kayaknya perilaku ini sudah dibiarkan membabibuta…

Aktor, artis, penyanyi, penari, publik figur, orang-orang pemerintahan, banyak yang terkena wabah ini…

Menular? sudah pasti…

Lihat saja kasus yang sekarang ini terjadi… IB yang kena laporkan dan sedang berjuang mengelak tuduhan… Dan yang terbaru si SJ yang mengaku bahwa dia khilaf ‘menodai’ seorang pria remaja…

Itu yang terungkap ya!!! Yang tidak?!!! Banyak sekali…

Aku punya pengalaman sama mereka ini…

Sebenarnya, kalau menurut pengalamanku bergaul sama mereka, mereka ini kaum yang setia… Benar-benar setia kawan dan berani mati untuk sahabat…

Sebagai orang yang berkecimpung di dunia fotografi, jelas banyak kenal kaum ini… Biasanya mereka jadi MUA, penata busana dan penata gaya… Soal selera, mereka pinter memadumadankan itu semua…

Kembali ke pengalamanku sama kaum ini ya… Dan kenapa aku sangat hati-hati sama mereka ini…

Pengalaman yang pertama bikin trauma mengalami ini adalah ketika aku masih kecil…

Ceritanya begini…

Rumah bapak adalah tempat persinggahan bagi banyak saudara… Baik di Putussibau, Sanggau, Singkawang, Sambas dan Jakarta… Apalagi Pontianak, tentunya…

Nah, suatu ketika ada seseorang yang menginap di rumahku… Sengaja kejadiannya ini tidak kubilang dimana sebab menjaga marwah yang terlibat di cerita ini…

Kami terima dengan tangan terbuka, orang tuaku pun menyambut baik seperti biasa… Orangnya baik juga… Sama orang tuaku karena kamar yang terbatas, disuruhlah dia tidur dengan aku dan adikku…

Cuma anehnya suka bikin aku risih kalau dia gendong-gendong, yaitu suka memegang kelaminku gitu… Mungkin bergurau ya, cuma sebenarnya gak boleh dibiasakan bergurau dengan anak kecil dengan cara seperti itu…

Kayaknya aku jadi gak nyaman sama dia…

Dan akhirnya yang benar-benar bikin aku menjauh darinya adalah suatu hari ketika bangun tidur, dia sedang mengelus-elus ‘barang’nya sendiri dan tersenyum ketika aku bangun… Lantas minta aku memegangnya… Busyeeeet…

Aku langsung lari meninggalkannya… Ngeriiiii…

Sejak saat itu aku gak mau dekat dia, dan untungnya besoknya dia sudah pulang…

Aku gak tahu sih dia ini saat itu memang penganut LGBT atau malah fedofil… Sebab dia akhirnya menikah dan punya anak… Gayanya sih memang rada melambai… Bersuara pelan dan kayaknya gak bisa marah…

Sekarang kalau ketemu, ya aku diem-diem aja… Toh gak diapa-apain… Dan semoga gak ada yang dia apa-apain… Hehehe… Rahasianya amanlah…

Pengalaman berikutnya sama kaum ini adalah sama ‘asisten’ di rumah saudaraku di Sanggau…

Anak-anak Sanggau pasti banyak yang kenal…

Dulu aku suka main ke rumah kerabatku yang kerja di Pengadilan Negeri Sanggau ini… Biasanya diajak sama Yeyen atau abangnya Boy/Dedy…

Nah nama gay ini Yayan, kalau gak salah… Saudara gitu deh sama Yeyen dan Boy… Aku juga gak tahu gimana asal muasalnya dia menjadi gay… Yang pasti ada anak yang ditularinya… Jadi gay juga…

Dari awal sih dia suka godain kita-kita, anak-anak cowok yang suka main ke situ… Maklum Yeyen ini seingatku cantik jadi banyak yang suka… Digodain Yayan sih santai… Malah kadang kita suka isengin dia…

Kejadian yang paling kuingat adalah ketika dia mendadak mau menciumku… Kontan tendanganku bersarang di selangkangannya… Sejak saat itu dia gak berani main-main dan mencoba mencium kami lagi…

Kejadian yang berikutnya yang berhubungan dengan kaum ini adalah jaman kuliah dulu…

Ceritanya aku bosan sama kos-kosanku… Terlalu banyak ‘hantu’ yang  datang ketika aku istirahat siang dan malah gak bikin kuliah…

Pindahlah aku… Dapat satu rumah besar… Kamar-kamarnya berukuran besar…

Yang mengurus kost ini seorang gadis cantik kelas 3 SMA dan adiknya yang baru kelas 1 SMA…

Cantik beneran lho… Tapi saat itu aku memang sudah pacaran sama istriku…

Ternyata rumah itu bisa dibilang ‘rumah sengketa’, jadi bapak si gadis tadi, yang namanya sebut saja Manda, kawin lagi dan membuat broken home…

Awalnya aku juga tidak terlalu peduli sama mereka ini… Cuma Manda, sebagai ‘ibu kost’ yang baik suka main ke kamarku dan ngobrol…

Dan aku akhirnya tahu kalau Manda ini ada pacarnya, seorang yang namanya Inong…

Oklah… Gak ngaruh juga…

Inong ini badannya kecil, jago ngerokok… Biasa ngerokok sama aku… (aku dulu masih ngerokok)

Cuma Manda ini makin keseringan ke tempatku… Mulai curhat soal keluarganya… Dan biasanya menyingkir kalau pacarku datang… Khan aku sering dijemput sama yayangku yang bermobil Mini Cooper kayak punya Mr. Bean itu…

Di kost ini juga ada anak Makasar teman kostku yang namanya sebut saja Udin…

Dari Udin aku tahu kalau manda itu suka cerita-cerita soal aku ke dia… Huaaaaaa…

Dan yang lebih syok adalah cerita bahwa Inong itu perempuan juga…

Jadi mereka lesbian…

Waduh…

Aku memang sempat curiga sih karena khan beberapa kali memang ngobrol sama Inong ini… Suaranya memang cukup berat, mungkin pengaruh rokoknya…

Kata Udin, buktiin saja…

Pas Inong datang dan kami ngobrol berdua, iseng aku tepuk punggungnya… Benar saudara-saudara, ada semacam stagen yang dipakainya untuk menyembunyikan bentuk dadanya… Huaaaaaaaa…

Ok… Gak masalah khan?

Cuma, gak tau gossip atau gimana… Manda yang suka main ke kamarku kayaknya membuat cemburu…

Memang sih, aku ada niat untuk benerin cara pikir Manda ini, yang kayaknya benci sama perbuatan bapaknya yang membuatnya tidak percaya pada lelaki…

Kupikir masih bisa kubantu lurusinlah… Apalagi aku tahu sebenarnya Manda ini masih suka sama cowok… Kalau gak suka, masa sih dia doyan nyamperin aku dan misuh-misuh kalau pacarku datang… (ini cerita si Udin, ya)

Dan tahu gak, orang-orang seperti Inong ini sangat posesif…

Karena dia takut kehilangan, sebab ketika kehilangan akan sulit mendapat yang baru…

Huaaaaaaaa…

Jadi sejak saat itu Inong over protective… Manda selalu ditemaninya… Tidur di rumah besar itu juga… Jadi Manda tidak punya kesempatan untuk dekat sama aku…

Sialnya lagi, karena dia tahu Manda dekat sama aku, dia malah menjatuhkan aku melalui kekasihku yang kebetulan saling kenal keluarganya…

Dia bilang pacarku menjelek-jelekkan Manda di teman-temannya…

Manda yang masih tahap ababil dan lagi rapuh, juga memang emosian, segera terbakar…

Huaaaaaaaaa…

Sempat menyerang dan menteror segala macam…

Untunglah karena gak diladenin dan temannya gak terlalu banyak, jadi tidak berlangsung lama…

Cuma aku akhirnya memutuskan pindah kost…

 

Tiga kisah di atas adalah pengalamanku yang kurang mengenakkan dengan penganut dan korban LGBT…

Jadi kalau dibilang LGBT ini tidak berbahaya, salah sekali…

LGBT ini menular…

Dan yang lebih menyebalkan menularnya itu di tempat-tempat yang kita pikir gak mungkin…

Beberapa temanku jadi terjangkit perilaku ini di tempat gym… Beneran…

Padahal khan kita ke gym untuk membentuk penampilan… Luar biasa…

Gak bisa dianggap semua ya, cuma apa salahnya berhati-hati buat teman-teman yang suka nge-gym…

Awas jadi obyek pemuas pandang kaum homo ini…

Dan di kota Pontianak, jumlah gay dan lesbian makin banyak… Lesbian yang biasanya lebih tertutup sekarang sudah mulai berani muncul…

No offense… Buat LGBT di luar sana…

Gak apa-apa kalian merasa salah orientasi seksual, merasa salah dilahirkan dengan jenis kelamin yang sesungguhnya…

Namun ketika kalian menularkan perilaku itu… ITU SALAH BESAR!!!

Dan sebenarnya kalian bisa sembuh… Selama kalian mau jujur sama diri sendiri…

Semoga anak keturunan kita dilindungi dari LGBT ini… Aamiiin…

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *