​Suatu Sore di Rumah Arief

Tadi petang, ketika pulang aku lihat anakku Tasha sedang belajar di meja makan… Aku senang, paling gak ada usaha untuk menempuh UN dan USBN dengan baik…
Tambah bahagia, ketika dia memintaku duduk di sampingnya… Wah dia minta ditemani nih, pikirku… Walau bingung siapa tahu ada pelajaran yang tidak dimengertinya dan hendak ditanyakan padaku…

Tapi setelah aku duduk yang ada dia malah melarang aku bicara… Oklah mungkin dia hanya ingin aku menemaninya belajar…

Eh dia malah berhenti belajar dan mengeluarkan hpnya yang aku tahu emang pecah kacanya karena keteledoran… Sebuah iPhone 5C yang dibelinya dengan uang hasil melatih…

Waduh, pertanda minta ganti baru dengan syarat nilainya akan bagus, kataku dalam hati…

Hmmm… Dasar tukang nego, demikian dalam hatiku…

Sudah siap negosiasi alot seperti biasa… (Aku bukan tipe ortu yang selalu mengiyakan keinginan anak-anak)

Yah, HP mbak khan sudah pecah nih…

Terus? Minta ganti? 

Jadiiii… Jadi mbak khan ada nabung nih…

( wah pertanda minta tambahin kekurangannya nih )

Lalu?

Tasha meraih sesuatu dari saku celananya…

Mengeluarkan sebuah iPhone 6 baru…

Mbak beli ini, maaf gak ijin ayah dulu… Pasti ayah larang…

Hayooooi… Anak ini…

Ayah yang hpnya murah meriah ini hanya bisa menahan keki…

Ya sudahlah. Khan belinya pakai uangmu sendiri… Mau ngomong apalagi? Asal kamu janji nilaimu bagus ya…

Janji…

Ok… By the way, berapa lama kamu nabung?

Hehehe… Masih kurang yah, minjam uang sama bunda…

Jiaaaaaah…

( sang bunda menyembunyikan wajah di balik laptop💻 berlagak serius nonton drama Thailand )
NB : kemarennya lagi Ray nunjukin sepatu barunya yang dia beli pakai uang gaji yang didapatnya dari bantu mbaknya melatih dan uang jajan mingguan yang ditabungnya sebagian…
#prouddad #anakanakmasakini #nepokjidat #latepost

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *